Home » » Kompetensi Profesional Guru Dan Penelitian Tindakan Kelas

Kompetensi Profesional Guru Dan Penelitian Tindakan Kelas

Written By sukasmo on Sabtu, 12 November 2011 | 12.26

Kompetensi Profesional Guru Dan Penelitian Tindakan Kelas

Tegal, CyberNews. "Menata dan menguasai kelas agar berfungsi nyata sebagai pusat kegiatan belajar siswa merupakan faktor utama untuk mewujudkan kegiatan belajar yang kondusif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk memahami apa yang terjadi di kelas dan untuk mengetahui bagaimana cara pemecahan masalah yang dapat dilakukan."
Dalam dunia pendidikan, PTK atau Classroom Action Research tidak habis-habisnya diperbincangkan oleh guru dan tenaga pendidik lainnya. Tetapi pernahkah kita (para guru) terutama guru swasta / non-PNS memikirkan untuk mencoba melakukan PTK? Atau pernahkah secara seksama membaca dan mencermati laporan hasil PTK? Mempelajarinya? PTK sebenarnya tidak asing lagi ditelinga kalangan para guru .
Namun sebagian besar guru mungkin kurang mempedulikan manfaat PTK. Guru yang sampai saat ini dipercaya sebagai motor penggerak pendidikan sudah selayaknya harus senantiasa terus mengupayakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menunjukkan kompetensi professional yang dimiliki.
Guru merupakan orang yang paling memahami peta di kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru dan siswa berlangsung secara unik dan berjalan apa adanya mengikuti alur perkembangan dalam pembelajaran tersebut. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan pengelolaan kelas.
Sangatlah ironis apabila saat sekarang ini masih ada anggapan bahwa kegiatan mengajar hanyalah sebagai kegiatan transfer informasi dari guru ke siswa karena pada hakekatnya belajar diartikan sebagai proses membangun makna/pemahaman terhadap informasi dan/atau pengalaman.
Proses membangun makna tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau bersama orang lain. Proses itu disaring dengan persepsi,pikiran(pengetahuan awal), dan perasaan siswa. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Hal ini terbukti, hasil ulangan para siswa berbeda-beda padahal mendapat pengajaran yang sama, dari guru yang sama, dan pada waktu yang sama pula (Kegiatan Belajar Mengajar Yang Efektif, Depdiknas,2003:8).
Bertolak dari sinilah maka guru semestinya senantiasa mencari terobosan/inovasi metode baru dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa dan untuk mewujudkan kompetensi profesionalnya. Dalam memberikan layanan, seorang guru yang professional senantiasa menyesuaikan tingkat kebutuhan pembelajaran dan disampaikan secara proporsional pula.
Profesionalisme guru senantiasa berpandangan melakukan sesuatu tindakan yang benar dan baik ( do the right thing and do it right ).Sebagai konsekuensinya ia akan selalu mencari cara-cara strategis dan sistematis dalam proses pembelajarannya sehingga terciptalah situasi pembelajaran yang kondusif, menyenangkan dan berbobot.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kegiatan penelitian yang tidak hanya berupaya untuk memecahkan masalah, akan tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. PTK merupakan bagian penting dari upaya pengembangan profesional guru karena PTK mampu membelajarkan guru untuk berfikir kritis dan sistematis, mampu membiasakan dan membelajarkan guru untuk menulis serta membuat catatan (Suharjono, 2006).
Menata kelas agar berfungsi nyata sebagai pusat kegiatan belajar siswa merupakan faktor utama untuk mewujudkan kegiatan belajar yang kondusif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk memahami apa yang terjadi di kelas dan untuk mengetahui bagaimana cara pemecahan masalah yang dapat dilakukan.
Dengan melakukan penelitian maka masalah-masalah aktual yang di hadapi oleh guru pada mata pelajaran yang diampunya, guru tersebut langsung dapat melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran yang kurang berhasil agar menjadi lebih baik dan efektif.
Banyak hal yang dapat diperoleh guru dengan melakukan PTK dan ternyata betapa pentingnya PTK untuk peningkatan mutu pendidikan, sehingga akan lebih baik lagi hasilnya apabila semua guru baik di sekolah negri maupun sekolah swasta menyikapi dengan arif betapa diperlukannya PTK sehingga melakukan penelitian bukan hanya ketika diperlukan sebagai syarat kenaikan golongan ataupun syarat terpenuhinya bukti fisik portofolio dalam sertifikasi dan lain sebagainya, namun lebih mengarah pada usaha memperbaiki kualitas pendidikan secara terencana.
PTK menawarkan suatu cara yang baru untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan atau profesional guru dalam kegiatan pembelajaran kelas (Suyanto, 1996). Sedangkan Cross (dalam Angelo, 1991) menyatakan bahwa hasil PTK dapat secara langsung dimanfaatkan untuk kepentingan kualitas kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan dapat meningkatkan wawasan pemahaman guru tentang pembelajaran.
Lalu apakah guru yang sudah melakukan PTK berarti sudah professional? Dan apakah guru yang belum melakukan PTK berarti belum professional? Sebenarnya kita punya banyak contoh yang ada di sekeliling kita, bisa kita lihat dan simpulkan pula dari beberapa contoh itu sudah professionalkah guru tersebut ataukah belum.
Di Malang pernah dilakukan survey untuk mengetahui tingkat professional guru pada bulan Februari dan Maret 2010 menghasilkan kesimpulan bahwa masih perlu adanya Inservice Training guru (pembinaan guru dalam jabatan) dalam bentuk pendampingan oleh para ahli.
Hasil survey ini menunjukkan juga bahwa tidak ada perbedaan keprofesionalan antara guru sekolah "bermutu" dengan sekolah yang "tidak bermutu", yang artinya bahwa baik sekolah "bermutu" maupun sekolah "tidak bermutu" memiliki keprofesionalan yang sama yaitu sama-sama belum profesional. Rupaya prestasi siswa sekolah "bermutu" selama ini bukan karena hasil desain pembelajaran gurunya, melainkan karena mutu masukan siswanya yang memiliki nilai DANEM tinggi. Survai serupa diselenggarakan di Padang dan Banjarbaru (Dr. Istamar Syamsuri, M.Pd, 2010). Lalu akankah kita tinggal diam setelah banyak mengetahui kondisi pendidikan ini?
- Slamet Priyanto, S.Pd, pengajar SMK ISLAMIYAH Adiwerna, Tegal.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. SMP N 2 KALIWUNGU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger